Monday, 28 March 2016

Fatwa MUI Tentang Trading Forex


Fatwa MUI Tentang Jual Beli Mata Uang (AL-SHARF)

Pertanyaan yang pasti ditanyakan oleh setiap trader di Indonesia :

1. Apakah Trading Forex Haram?

2. Apakah Trading Forex Halal?

3. Apakah Trading Forex diperbolehkan dalam Agama Islam?

4. Apakah SWAP itu?

Mari kita bahas dengan artikel yang pertama :

Forex Dalam Hukum Islam

Fatwa MUI Tentang Jual Beli Mata Uang (AL-SHARF)

Pertanyaan yang pasti ditanyakan oleh setiap trader di Indonesia :

1. Apakah Trading Forex Haram?

2. Apakah Trading Forex Halal?

3. Apakah Trading Forex diperbolehkan dalam Agama Islam?

4. Apakah SWAP itu?

Forex Dalam Hukum Islam

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam.

Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.

Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.

HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS

1. Ada Ijab-Qobul : ---> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima
Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.
Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan.
Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakantindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)

2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:
Suci barangnya (bukan najis)
Dapat dimanfaatkan
Dapat diserahterimakan
Jelas barang dan harganya
Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya
Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan.
Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama.

"Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan".

(Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas'ud)

Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifatsifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah:

“Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya".

Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual. Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam:

“Kesulitan itu menarik kemudahan.”

Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkus/tertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.

JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM

Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya. Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.

Dengan demikian akan timbul penawaran dan perminataan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77)


FATWA MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS

Fatwa Dewan Syari'ah Nasional Majelis Ulama Indonesia

No: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf)

Menimbang :

A. Bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis.

B. Bahwa dalam 'urf tijari (tradisi perdagangan) transaksi jual beli mata uang dikenal beberapa bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandangan ajaran Islam berbeda antara satu bentuk dengan bentuk lain.

C. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf untuk dijadikan pedoman.

Mengingat :

1. "Firman Allah, QS. Al-Baqarah[2]:275: "...Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..."

2. "Hadis nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa'id al-Khudri:Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)' (HR. albaihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).

3. "Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari 'Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: "(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya'ir dengan sya'ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.".

4. "Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi s.a.w bersabda: "(Jual-beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai."

5. "Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri, Nabi s.a.w bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai.

6. "Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara' bin 'Azib dan Zaid bin Arqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).

7. "Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari Amr bin Auf: "Perjanjian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram."

8. "Ijma. Ulama sepakat (ijma') bahwa akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu

Memperhatikan :

1. Surat dari pimpinah Unit Usaha Syariah Bank BNI no. UUS/2/878

2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional pada Hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H/ 28 Maret 2002.

MEMUTUSKAN :

Dewan Syari'ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).

Pertama : Ketentuan Umum

Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).

2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).

3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).

4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.

Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing

1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

2. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2x24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah)

3. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

4. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Jakarta

Tanggal : 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M

DEWAN SYARI'AH NASIONAL - MAJELIS ULAMA INDONESIA

Sumber : Syariah Online

Monday, 14 March 2016

5 Mata Uang Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Guncangan Global


Mata uang negara-negara berkembang di dunia telah diperdagangkan selama bertahun-tahun. Renminbi China, Rupee India, Rubel Rusia dan Reals Brazil, masing-masing telah melemah lebih dari 20 persen antara tahun 2012 dan 2016. Ini adalah salah satu alasan mengapa dolar AS mengalami guncangan di pasar global, meskipun program pelonggaran kuantitatif Federal Reserve telah diluncurkan.

Kebijakan moneter The Fed lain adalah tingkat suku bunga ultra rendah antara 2007 dan 2015. Pendapatan investor tampak jauh dari tabungan nasabah bank nasional, seperti obligasi Treasury dan sertifikat deposito (CD) yang mendukung saham dan hasil obligasi yang tinggi.

Dimulai dengan perlambatan ekonomi di China yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia yang berkembang sebesar 6,9 persen tahun lalu (tingkat pertumbuhan paling lambat dalam seperempat abad) dan IHS memperkirakan pertumbuhan menurun menjadi 6,3 persen tahun ini dan tahun 2017. “Perlambatan pertumbuhan di China akan secara default lambat segala sesuatu yang lain di sekitarnya”, kata Christopher Wolfe, ahli strategi di Merril Lynch Wealth Management.

Anjloknya harga komoditas merupakan masalah besar. Indeks IHS bahan bakar berada pada tingkat yang terendah sejak Desember 2003, ini merupakan bencana bagi eksportir seperti Brazil,  Rusia dan Afrika Selatan. Mata uang negara-negara bermasalah telah runtuh karena kepercayaan dalam perekonomian mereka telah ditandai oleh mata uang yang lebih murah yang berjuang membantu ekonomi dengan membuat ekspor lebih manarik.  Tapi penurunan juga merupakan tanda bahwa investor menguangkan chip mereka. The Institute of International Finance memperkirakan arus keluar moda bersih dari pasar negara berkembang melonjak $ 111 milyar pada tahun 2014 % 735 milyar pada tahun lalu.

Ada suatu masa ketika hutang dipasar keuangan dianggap sebagai investasi yang menarik. Obligasi di Indonesia, Brazil dan Rusia pernah dianggap sebagai pemenang berkat pengembalian nominal yang tinggi, tetapi keadaan berbalik dimana tingkat inflasi berubah dan terdapat pihak yang dinyatakan merugi dalam jumlah yang besar. Bahkan obligasi Argentina dan Venezuela ditutup karena dianggap lebih buruk.

Investor dengan outlook jangka panjang tidak harus mengabaikan seperti bagian besar dari ekonomi global, tapi untuk saat ini bobok bukti yang menuntut kehati-hatian. Untuk klien dengan portofolio moderat resiko yang berati tidak lebih dari 5 persen pada pasar saham berkembang, kata Merril Lynch Wolfe.

Mata uang yang diperdagangkan di pasar internasional secara teoritis relatif mengambang. Jika dolar AS kehilangan 2 persen dari daya beli, sementara mata uang Rubel Rusia kehilangan 5 persen dari daya belinya, seharusnya dolar dihargai atau diperkuat melawan Rubel. Investor Amerika harus mencoba menemukan pasar mata uang yant tidak akan kehilangan daya belinya pada tahun 2016.

Ada dua cara mata uang menjadi lebih berharga. Yang pertama adalah pengurangan sirkulasi mata uang itu sendiri. Jika Yuan sedikit mengambang yang berarti Yuan jauh lebih berharga jika pasokan menyusut. Yang kedua adalah peningkatan produktifitas tenaga kerja. Misalnya Rusia adalah negara yang kaya minyak, dan rubel harusnya menjadi relatif lebih berharga jika eksportir minyak Rusia lebih produktif.

Mata uang yang kuat akan meningkatkan pendapatan, membantu pemegang obligasi dan membuatnya lebih mudah untuk membeli barang-barang asing. Disisi lain, mata uang yang meningkat berarti mungkin lebih sulit akan melunasi hutang dan menjual produk dipasar luar negeri. Memegang mata uang atau aset dalam mata uang, nilainya sebagian besar akan terus berpegang dalam jangka panjang.

Zloty; Polandia
Memasuki 2016 ekonomi Polandia, mungkin akan mendapatkan banyak momentum dari sebagian bangsa eropa lainnya, dengan kuartal terakhir diperkirakan akan menjadi yang paling kuat hampir lima tahun. Pasar tenaga kerja dan kepercayaan bisnis akan meningkat. Kombinasi inflasi yang rendah, permintaan domestik yang mengesankan dan peningkatan produktifitas yang telah menyebabkan harapan bahwa zloty Polandia akan meningkat sepanjang 2016.

Won ; Korea Selatan
Korea Selatan secara fundamental memiliki kekuatan ekonomi di sebagian besar wilayah Asia Pasifik. Won Korea kehilangan hampir 15 persen terhadap dolar AS, sejak puncaknya pada awal 2014, angka PDBnya rendah dimana pemerintah Korea Selatan harus mengurangi tekanan untuk mencetak uang baru.

Forint ; Hongaria
Hongaria saat ini memiliki masalah suku bunga yang rendah dan ada banyak kekhawatiran ekonomi yang mendasarinya. Forint Hongaria telah tampil anggun di pasar forex sejak pertengahan 2012 dan bisa merasakan arus yang masuk dari investor yang lari dari India san Rusia.

Rupiah ; Indonesia
Rupiah Indonesia berada di momentum yang tidak didukung oleh fundamental yang serius, atau tidak sebanding dengan forint, menang atau zloty. Momentum ini diperdagangkan pada rekor terendah terhadap dolar sebelum rebound signifikan pada akhir tahun. Rupiah bertugas mengawasi pasar, terutama jika harga komoditas rebound.

Rupee ; India
Rupee India diperdagangkan dengan taruhan yang beresiko daripada mata uang emerging market lainnya, karena masalah inflasi dan kebijakan moneter yang tidak menentu. Kebijakan pemerintah India terbelah dua memerangi harga tinggi dan berusaha mendevaluasi untuk mempromosikan program pertumbuhan gaya Keynesian. Namun, Rupee mengungguli hampir setiap mata uang pasar negara berkembang lainnya atas dasar resiko yang disesuaikan pada tahun 2015 karena tingkat suku bunga yang tinggi dimana Rupee menawarkan suku bunga deposito 7,5 persen untuk 2016.

Sunday, 13 March 2016

Hedging Open Position


Mengenai arti hedging mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu dan tidak sedikit trader yang sudah biasa melakukan hedging dalam trading. Seringkali masalahnya adalah bagaimana cara melepas posisi hedging itu sehingga hasil trading berubah dari floating loss menjadi profit.

Namun bagi yang belum tahu tentang hedging , supaya tidak mencari tahu kesana-kesini , Heding adalah membuka 2 posisi beda arah secara berurutan dengan tujuan untuk mengunci jumlah loss agar tidak bertambah walaupun market bergerak tidak sesuai harapan kita.

Contoh melakukan hedging :

Saat ini GBP/USD di 1.5850 dan kita memprediksi GBP/USD mau naik. Olehkarena itu kita buka posisi buy GBP/USD di 1.5850. Lalu ternyata market malah menurun ke 1.5830 sehingga saat ini posisi buy yang kita buka sedang floating loss sebesar 20 pips .

Karena kita ragu kemana arah market selanjutnya maka kita lakukan hedging sambil menunggu arah market terlihat lagi, yaitu dengan membuka posisi sell di 1.5830.

Sehingga sejauh ini kita punya 2 posisi yang terbuka yaitu posisi buy yang sedang loss 20 pips dan posisi sell yang baru terbuka. Dengan 2 posisi ini , kemanapun market selanjutnya bergerak maka total loss nya akan tetap 20 pips.

Misalnya market bergerak turun lagi ke 1.5800 , maka posisi pertama (buy) sedang loss 50 pips dan posisi kedua (sell) sedang profit 30 pips . Atau misalnya market naik ke 1.5870 maka posisi pertama (buy) sedang profit 20 pips dan posisi kedua (sell) sedang loss 40 pips. Intinya, setelah melakukan hedging maka kemanapun selanjutnya market bergerak posisi loss kita terkunci dan tidak akan bertambah.

Kembali pada cara membuka hedging forex ini, perlu diketahui bahwa pada awalnya hedging ini dilakukan hanya pada saat market bergerak tidak teratur atau dalam kondisi chaos , setelah market kembali ke jalurnya barulah hedging dibuka. Sehingga sebenarnya tidak perlu kita setiap saat melakukan hedging.

Permasalah selanjutnya setelah melakukan hedging adalah bagaimana membukanya agar hasilnya profit atau paling tidak impas. Untuk melakukan itu ada 2 pilihan yang bisa kita lakukan agar posisi hedging kita berakhir profit yaitu :

1. Menutup posisi yang sedang profit dan mengimpaskan posisi loss

Ini bisa dilakukan jika kita menemukan kondisi market yang jenuh dan siap balik arah.
Dari contoh diatas Buy di 1.5850 dan Sell di 1.5830 , misalkan ternyata market turun ke 1.5800 berarti posisi Buy kita sedang loss 50 pips sedangkan posisi Sell sedang profit 30 pips. Jika saat harga 1.5800 ini kondisinya sangat jenuh, kita tutup posisi Sell sehingga kita dapat profit 30 pips , lalu membiarkan posisi Buy tetap terbuka.

Karena arah normal setelah kondisi jenuh adalah balik arah maka seandainya benar market naik misalnya dari 1.5800 ke 1.5820, kita bisa menutup posisi Buy yang sedang  loss 30 pips tersebut sehingga secara total dari kedua posisi yg telah ditutup hasilnya Impas , yaitu dari posisi buy yang loss 30 pips dan posisi sell yang profit 30 pips.

Jika setelah melewati 1.5820 anda membiarkan posisi buy dan ternyata market terus naik maka secara total hasil akhirnya akan profit.

2. Menutup posisi loss dan mengembangkan posisi profit

Cara ini bisa dilakukan pada market yang sedang breakout . Dari contoh diatas misalkan pada level 1.5800 itu market mengalami breakout, maka tutup posisi pertama (buy) yang berarti loss 50 pips dan biarkan posisi kedua( sell ) tetap terbuka.

Karena hasil dari breakout adalah gerakan panjang , maka seandainya market terus turun misalnya sampai 1.5750 , berarti posisi sell yang terbuka kini sedang profit 80 pips. Jika kemudian kita tutup .Hasil total setelah membuka hedging adalah profit 30 pips yaitu dari posisi pertama yang loss 50 pips dan posisi kedua yang profit 8 pips.

Seperti ini konsepnya :


Perlu di ingat bahwa salah satu syarat agar setelah membuka hedging hasilnya profit atau impas adalah jumlah loss yang terkunci tidak terlalu besar yaitu dibawah 40 pips . Jika jumlah loss yang terkunci lebih dari itu ,maka mungkin ketidak kesabaran anda dalam menunggu akan merusak rencana pembukaan hedging itu.

Jika diatas adalah konsepnya , maka teknik dan langkah dalam membuka hedging adalah :

1. Tunggu sampai kondisi jenuh atau breakout muncul

Gunakan indikator stochastic oscilator atau MACD untuk melihat kejenuhan dan potensi pebalikan. Serta gunakan bollinger band untuk melihat kondisi breakout.

2. Lakukan pilihan pertama atau kedua diatas sesuai kondisi yang muncul

Walau tidak dijelaskan secara detail , tapi semoga memberikan gambaran dalam melepaskan posisi hedging forex agar hasilnya profit.

Tuesday, 8 March 2016

Tips Menghindari MC ( Margin Call )


Untuk anda yang sering terkena margin call berikut ini cara untuk menghindari margin call. Namun sebelum pada intinya mari kita coba pahami apa penyebab terjadinya margin call.

Dilihat dari prosesnya, margin call terjadi karena jumlah loss dari posisi terbuka yang terus membesar sehingga seandainya kita tutup posisi itu pun dana kita akan habis, oleh karena itu broker menutupkannya untuk anda karena jika dibiarkan loss nya terus membesar, tidak ada yang akan menanggung loss tersebut.

Kata kuncinya adalah loss yang terus membesar , artinya kerugian yang terus berkembang. Sehingga satu-satunya cara agar tidak terus membesar atau terus berkembang adalah dengan membatasinya .

Oleh karena itu solusinya adalah dengan memasang stoploss pada setiap transaksi . Stoploss akan menghindarkan anda dari margincall karena memutus rantai loss yang akan terus membesar.

So, sekali lagi bahwa cara untuk menghindari margin call adalah memasang stoploss .

Untuk anda yang tidak mau menggunakan stoploss, pertanyaannya adalah kenapa anda tidak mau pasang stoploss ? 

Jika alasannya karena anda tidak yakin dengan prediksi anda. lalu pertanyaannya kenapa anda berani membuka posisi padahal anda tidak yakin posisi itu akan profit ? Bukankah itu sama saja dengan gambling dan menyerahkan diri anda untuk terombang-ambing keadaan?

Perlu anda ketahui bahwa trader yang tidak memasang stoploss sebagian besar adalah trader yang tidak yakin dengan keputusannya dalam membuka posisi .Karena trader yang yakin dengan apa yang ia pilih sadar betul di level mana pilihannya itu salah sehingga akan membatasi resiko dari kesalahan itu .

Keyakinan sebelum membuka posisi itu harus anda miliki terlebih dulu , jika pun apa yang anda yakini itu salah anda bisa membatasi agar dampak dari kesalahan itu tidak terlalu besar .Sehingga selanjutnya anda bisa kembali menjalankan rencana trading anda.

Tidak ada untungnya dengan tidak memasang stoploss. Jika anda takut stoploss anda tersentuh lebih dulu sebelum market bergerak sesuai prediksi anda, seharusnya anda lebih takut seandainya market terus bergerak berlawanan dengan prediksi anda. Untuk anda yang memasang stoploss,seandainya stoploss anda benar-benar tersentuh maka anda harus mengakui bahwa perhitungan anda salah , namun setelah itu segera anda lakukan perhitungan kembali untuk transaksi selanjutnya .

Bukankah hasilnya sama saja antara loss dulu 20 pips karena stoploss tersentuh kemudian profit 60 pips , dengan langsung profit 40 pips tapi sebelumnya terombang-ambing ketidak pastian.

Tidak memasang stoploss akan banyak membuang waktu anda dengan rasa was-was ,perasaan gelisah  dan penuh harapan. Padahal dalam waktu ada banyak peluang yang seharusnya bisa anda manfaatkan untuk mencetak profit . Sebaliknya dengan memasang stoploss menunjukan bahwa anda adalah trader yang punya keyakinan, punya pendirian ,yang berani mengorbankan sedikit untuk mendapatkan lebih banyak.

Jadi jika disimpulkan, terjadinya margin call adalah karena kebiasaan anda yang tidak mau membatasi kerugian. Artinya masalahnya ada pada diri anda. Sehingga solusi untuk hal ini adalah kemauan anda untuk merubah kebiasaan tersebut dengan cara selalu memasang stoploss .

Cara Menentukan Garis Support & Resistance


Untuk anda yang bertanya tentang bagaimana :

Cara menentukan support dan ressistance
Cara menghitung support dan ressistance
Cara menggambar support dan ressistance
Cara membuat support dan ressistance

Inilah jawabannya :

Pada intinya yang anda inginkan mungkin bagaimana menggambar garis dimana jika harga mendekati atau menyentuh garis tersebut maka market akan memantul ke atas dan juga sebaliknya yaitu menggambar garis dimana market akan memantul ke bawah jika mendekati atau menyentuh garis tersebut.

Baik support atau resistence pada dasarnya adalah level harga yang dijaga dan disepakati untuk sementara jangan dilewati dulu sampai adanya sebuah kondisi yang pantas / yang memaksa bahwa level harga yang dijaga itu harus dirubah.

Kata kuncinya adalah “DIJAGA UNTUK TIDAK DILEWATI ” , jadi untuk mengetahui apakah level harga tertentu dijaga harus dibuktikan dengan adanya minimal 2 kali percobaan mendekati level tersebut yang berakhir pemantulan atau tidak jadi melewati.

Dalam grafik forex, pemantulan kebawah akan membentuk puncak . Serta pemantulan keatas akan membentuk lembah.Seperti ini :


puncak lembah support dan resistance

Ujung puncak maupun lembah inilah yang dianggap sebagai dinding pantulan atau batas tolakkan.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa garis support itu digambar dengan menghubungkan minimal 2 buah ujung lembah , sedangkan garis ressistance itu digambar dengan cara menghubungkan 2 buah ujung puncak.

Apa hanya itu saja ?

Ada satu lagu unsur yang harus dipenuhi yaitu kata ” HAMPIR SEJAJAR ” . Artinya apa yang disepakati untuk dijaga atau dijadikan batas atau dinding pantulan itu adalah sesuatu yang sama .

Oleh karena itu jika digambarkan secara kasar akan seperti ini :


menentukan support dan resistance

Untuk anda yang menggambar garis support dan resistance pada grafik candlestick mungkin akan bertanya seperti ini :

Dimana meletakan garis support atau resistance yang benar, apakah pada ujung candle atau pada nilai close nya ?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan keduanya, yang menentukan hal itu adalah faktor keamanan atau faktor toleransi. Karena market itu digerakan oleh emosi maka nilai batasnya bisa berubah-ubah dan tidak akan sama persis dengan batas sebelumnya namun masih tetap dalam area itu. Maka untuk memperkecil resiko sebagian trader meletakannya pada ujung candlestick ,walaupun konsep awalnya itu diletakan pada nilai close nya.

Lalu apa gunanya menggambar garis support dan resistance ?

Ada 2 tujuan dari penggambaran garis support dan resistance yaitu :

1. Untuk digunakan sebagai entry point strategi pembalikan arah / Buy bottom Sell top

Dengan asumsi harga akan balik arah saat mendekati atau menyentuh garis support dan resistance , maka saat harga berada disekitar garis support dan resistance itu kita bisa membuka posisi yang arahnya sesuai dengan arah pantulan. Sehingga saat harga benar-benar memantul, posisi yang kita buka hasilnya profit.

2. Untuk penentuan level stop loss

Masih dengan asumsi harga akan balik arah saat mendekati atau menyentuh garis support dan resistance artinya harga tidak akan melewati garis support dan resistance , maka kita bisa menempatkan stoploss dibelakang garis support dan resistance tersebut. Dengan demikian stoploss tidak akan tersentuh pernah tersentuh karena setiap kali harga mendekati garis support dan resistance akan terpantulkan.

Thursday, 3 March 2016

Cara Menentukan Stop Loss



Stop loss menurut arti katanya adalah menghentikan kerugian. Dalam forex trading , istilah stop loss adalah menutup posisi yang sedang rugi pada level tertentu dikarenakan kita memprediksi bahwa jika posisi tidak di tutup maka kerugian akan bertambah besar.
Sehingga untuk menutup posisi itu kita harus memastikan bahwa kondisi market benar-benar akan bergerak lebih jauh berlawanan dengan posisi kita.

Ada beberapa cara menentukan level stop loss berdasarkan strateginya :

1. Stop loss pada blind trading

Blind trading adalah trading yang menitik beratkan pada money management , sehingga sering kali entry point, exit point, target profit termasuk stop loss pada blin trading bukanlah hasil sebuah analisa melainkan karena perhitungan matematis sebuah strategi trading.

Misalnya : Open buy sebesar 5% equity pada saat harga open baru terbentuk , target profit 10 point , stop loss 10 point.

Dari contoh diatas seorang blind trader tidak memerlukan sebuah analisa dalam menentukan stop loss .Karena begitu transaksinya kalah, dia akan melakukan strategi selanjutnya .

2. Stop loss pada real trading

Trading yang benar adalah dengan membeuka posisi yang selalu didahului dengan analisa. Dalam trading jenis ini stoploss ditentukan dengan 2 cara yaitu :

A. Menggunakan indikator

Indikator yang sering digunakan sebagai level stop loss adalah Parabolic SAR . Aturan mainnya adalah membuka posisi dengan stop loss nya adalah nilai paabolic SAR pada saat itu.

B. Menggunakan Garis Support atau Resistance

Support atau resistance adalah level harga yang bisasanya dijadikan titik pantul market. Sehingga kita bisa menempatkan posisi stop loss dibelakang garis support dan resistance dengan asusmsi bahwa level itu tidak akan terentuh karena market akan memantul sebelum mengenai level stop loss.

Jika garis support dan resistance berhasil ditembus maka harga akan terus melaju , sehingga sudah benar jika kita menempatkan stop loss dibelakang garis support dan resistance.

C. Menggunakan garis trend

Garis trend juga bisa dijadikan level stop loss dengan alasan bahwa selama trend itu belum berakhir grafik akan selalu berada didepan garis trend . Sehingga jika grafik menyebrang garis trend, bisa dipastikan harga akan terus bergerak menjauh berlawanan dengan posisi kita.

Itulah beberapa cara menentukan stop loss yang bisa digunakan dalam trading kita , yang harus diperhatikan adalah bahwa harus ada sedikit jarak antara level stop loss dengan yang dijadikan acuan penentuan level stop loss sehingga tidak sampai terjadi market yang menyentuh stop loss kita lalu market balik arah.

Kami akan ajarkan cara terbaik menentukan stoploss dan takeprofit dalam pelatihan kursus forex agar saat loss jumlahnya sedikit dan saat profit jumlahnya besar.